avril 20, 2011
Banyak Jalan Menuju Paris (2)
écrit par: Renar Berandi
photos: document perso
Mau menghirup udara di Perancis, merasakan dinginnya angin Eropa, dan memperlancar bahasa Perancis? Pada saat itu sepertinya saya ingin menerjunkan diri pada tempatnya sekalian. Caranya, melamar berbagai beasiswa ke Eropa. Beasiswa Eiffel pernah saya lamar, tapi sepertinya ia tidak ‘tertarik’ sama saya, gagal deh. Lalu saya mencoba kesempatan beasiswa lain untuk belajar di sebelah selatan Belgia yang berbahasa Perancis. Dengan modal: bahasa Perancis yang ‘pas’ saja dan attestation (surat pernyataan dari CCF), saya melamar program Master untuk bersekolah di Louvain-la-Neuve, Belgia. Eh… kok ya diterima!
Singkat cerita, saya belajar di Belgia selama kurang lebih tujuh bulan. Hari awal perkuliahan diwarnai dengan masa-masa sulit seperti kebengongan di kelas karena ‘gak ngerti dosen-dosen pada ngomong apa; email-emailan sama orang tua di tanah air kalau ternyata bahasa jadi kendala belajar; dan sharing sama teman-teman Indonesia yang belajar di negara frankofon yang ternyata mengalami hal yang sama pada awal perkuliahan. Ah...‘gak sendirian kok ternyata. Memang saya akui, saya agak nekad juga sih. Ya tentu saja kesulitan, lha wong ‘gak punya DELF/DALF tapi sudah nekad melamar beasiswa.
Nah loh… akhirnya saya bilang ke diri sendiri:
“Ok belajar lebih giat lagi!”
Walhasil, selain belajar perkuliahan Master, saya juga belajar bahasa Perancis. Saya akhirnya memperdalam kembali apa yang sudah dipelajari di CCF waktu itu. Saya belajar dari teman-teman satu apartemen, teman-teman sekelas, kursus yang disediakan universitas, dan pesta-pesta yang diselenggarakan oleh teman-teman se-universitas. Dari pengalaman itu, jadi lebih tahu kesalahan pengucapan, kosakata, tata bahasa Perancis yang saya gunakan untuk pada akhirnya memperbaikinya langsung di ‘tempat kejadian perkara’. Hal-hal ini sangat membantu saya untuk ‘survive’ mengikuti pelajaran dan akhirnya lulus kuliah juga.
Kesempatan ini juga saya gunakan untuk berkeliling Eropa, mengenal budaya dan sejarah Eropa, dan berinteraksi dengan masyarakatnya. Akhirnya, kesampaian juga menginjakkan kaki di Paris. Sampai dua kali malah. Yah, meskipun harus muter dulu, berangkat dari Belgia. Toh Paris hanya 3.5 jam dari Brussels.
Lagu Joe Dassin yang berjudul “Champs-Elysés » selalu terngiang di telinga ketika saya sampai di Paris:
“Aux Champs-Elysées, aux Champs-Elysées
Au soleil, sous la pluie, à midi ou à minuit
Il y a tout ce que vous voulez aux Champs-Elysées”
(Di Champs-Elysées, di Champs-Elysées.
Di bawah matahari, di bawah hujan, tengah hari maupun tengah malam,
Semua yang Anda mau, ada di sana)
Saya malah mendapat bonus berkunjung ke kota lain seperti Toulouse, Marseilles, Lourdes dan mencicipi kuliner a la Perancis yang memang termasyur itu.
Jadi… memang banyak jalan menuju apa yang kita inginkan. “Banyak jalan menuju Paris”. Banyak jalan mengembangkan diri dan belajar dari orang lain. Setelah kembali ke Indonesia, hingga sekarang, meski sudah berada di Indonesia, saya masih suka melatih bahasa Perancis saya. Yah, salah satunya dengan mengunjungi blog Parlez Français! ini. Malah sekarang saya punya niat untuk balik lagi ke CCF… ya masih menjadi étudiant tentunya.
at
18:32
Inscription à :
Publier les commentaires (Atom)




1 comments:
Champs-Elysées-nya Joe Dassin! Yang pernah belajar di CCF pasti ingat.
Saya juga niat untuk melanjutkan ke Perancis tapi perjalanan saya masih panjang, baru A1.
Salam dari Indonesia ya! :D
Enregistrer un commentaire