avril 13, 2011

Banyak Jalan Menuju Paris (1)

Silahkan simak kenangan belajar bahasa Prancis yang dialami teman saya, Renar Berandi, di bawah ini :).

* * *

Ya, itu memang plesetan yang saya buat sendiri dari peribahasa “Banyak jalan menuju Roma”. Perkenalan saya dengan Bahasa Perancis sebenarnya dari Ibu saya. Dahulu, di masa mudanya, ia berkesempatan untuk belajar bahasa Prancis dengan mengambil jurusan Sastra Prancis. Tapi baru dua semester berkuliah, sudah keburu menikah. Alhasil, berhenti belajar. Nah, akhirnya, saya deh yang kelimpahan disuruh belajar bahasa Prancis.

Sesekali mendengar Ibu melafalkan beberapa kata dalam bahasa Prancis, saya jadi tertarik. Kedengarannya empuk, mungkin karena yang terdengar huruf vokal semua dan nada-nada sengau. Meskipun saya tidak mengerti artinya, tapi bahasa Prancis seperti menarik perhatian saya. Saya semakin tertarik ketika saya berkuliah di jurusan Hubungan Internasional. Beberapa teman saya sudah belajar bahasa Prancis terlebih dahulu. Ada yang belajar dari Centre Culturel Français (CCF) di Jakarta; ada juga yang mantan pelajar AFS di Brussels, Belgia. Mereka sering mempraktekkan kemampuan bahasa Prancis mereka di depan saya. Saya mau gak mau tertantang: lebih tepatnya insecure karena manyun, 'gak ngerti apa yang mereka omongkan :).


Teman-teman saya tersebutlah yang akhirnya memotivasi saya untuk mendaftar les bahasa Prancis di CCF-Salemba. Dari tingkat dasar hingga lanjutan, saya jalani selama kurang lebih 3 tahun-an. Saya sangat menikmati masa-masa saya belajar di CCF. Apalagi –bukan promosi, nih—saya dapat guru yang oke dalam memotivasi anak didiknya. Ah,..sekarang guru favorit saya itu sudah menetap di Toulouse, Perancis.

Dua kali seminggu les di CCF, naik kereta KRL dari Depok-Salemba tidak pernah jadi hambatan. Selalu bersemangat. Dan kebetulan saya juga mendapatkan teman-teman sekelas di CCF yang punya minat dan ketertarikan dengan bahasa Prancis. Sepanjang les, kami selalu membahas lagu, tempat-tempat wisata seperti Menara Eiffel, Montmatre, dan Sungai Seine, kota-kota menarik—seperti Toulouse dan Marseilles, dst—film, dan budaya Prancis. Kami berdiskusi tentang semua itu dan sambil membayangkan diri sendiri berjalan di Champs-Elysées dan tepian sungai Seine. Penuh romansa. Lho?! :p



Di luar les di CCF, saya banyak belajar dari lagu-lagu berbahasa Prancis. Céline Dion, Patrick Fiori, Anggun, Garou adalah beberapa artis frankofon yang teks lagunya saya pelajari sendiri. Saya juga menonton wawancara beberapa orang terkenal dalam bahasa Perancis. Kebiasaan ini sampai sekarang masih saya lakoni. Dari situ saya melihat kompleksitas tata bahasa, ungkapan-ungkapan, dan rasa yang mau diekspresikan dalam lagu dan tayangan tersebut. Saya masih ingat lagu Claude François, penyanyi Prancis jaman dulu, dengan lagunya “Le téléphone pleure”, yang sering saya putar berulang-ulang. Saya suka dialog François dengan Frédérique, seorang gadis kecil, di dalam lagu tersebut.

(à suivre...)

rédigé par: Renar Berandi
photo prise sur: school.discoveryeducation.com