Akhir-akhir ini ada beberapa lagu menarik yang sering diputar di radio lokal Prancis. Salah satunya yang langsung menyita perhatian saya adalah lagu terbaru Axelle Red, penyanyi bersuara unik, berjudul "Manhattan Kaboul". Memang sih tidak menyinggung-nyinggung tentang Prancis sama sekali, tetapi karena lagu ini dalam bahasa Prancis dan dinyanyikan oleh penyanyi-penyanyi top Prancis (selain Axelle ada Renaud), donc nggak ada salahnya 'kan lagunya saya tampilkan di sini ;).
Selain itu, lirik lagu ini sangat mudah ditangkap, dan ada beberapa kosakata pendek tapi "mengena" yang dapat kalian pelajari untuk menambah perbendaharaan kata. Simak saja deh videoklipnya yang sudah dibubuhi sous-titré alias syair di dalamnya.
Lagu ini sengaja dibuat untuk memperingati tragedi pemboman menara WTC di New York pada bulan September 2001. Ia mengisahkan tentang dua orang muda-mudi, satunya cowok asal Puerto Rico, tinggal di Manhattan, sebuah distrik super padat di New York yang memang dipenuhi para imigran--atau lebih tepatnya "pelarian", dari konflik-konflik yang melanda tanah air mereka. Satunya lagi cewek Afghanistan yang tinggal di Kabul.
Kedua muda-mudi ini berkeluh-kesah tentang peperangan yang tidak pernah berakhir, terutama perang fisik seperti yang terjadi di Afghanistan, bahkan "perang mendadak" yang menimpa New York, negeri yang dianggap tempat merealisasikan impian dan harapan perdamaian. Perang yang mengatasnamakan agama, negara, bangsa. Menurut saya pribadi, lagu ini juga mengandung banyak unsur sindiran terhadap Amerika Serikat ;).
Simak deh terjemahan bebas yang saya buat dari lagu tersebut:
Aku cowok bertubuh kecil dari Puerto-Rico
Sudah menyatu dengan kultur orang New York
Aku tinggal di gedung dari beton dan baja
Aku bekerja, sambil minum coke, atau nongkrong di kafe
Aku si gadis kecil Afghanistan
Di tanah seberang lautan
Aku nggak pernah dengar tentang Manhattan
Keseharianku ya perang dan penderitaan
Dua orang asing di kedua belahan dunia yang berbeda
Orang biasa, bukan orang penting, namun sayang
Terhempas dalam debu di bawah altar pemujaan
Gara-gara konflik yang tak pernah usai
Pesawat 747
Meledak di jendela kerjaku
Langitku yang biru jernih jadi berkabut
Gara-gara bom menghancurkan kotaku
So long! Selamat tinggal mimpiku tentang Amerika
Aku tak lagi menjadi "budak" para jahannam
Yang memaksakan pemerintahan tirani Islam
Apa mereka ini nggak pernah baca Al-Qur'an?
Aku kembali jadi debu tak berarti
Aku takkan menjadi orang penting di sini
Apakah negeri yang sangat kucinta ini,
Akan menjadi ajang bertarung dan pamer besi?
Atas nama Tuhan, atas nama agama
Perang-perang peradaban
Senapan, bendera, tanah air, bangsa
Memanfaatkan kita bak daging dan meriam semata
janvier 05, 2010
Inscription à :
Publier les commentaires (Atom)





1 comments:
pencipta lagunya siapa ya?
Enregistrer un commentaire