avril 26, 2008

Pierre Larousse: ‘Bapak’ Kamus Prancis

Mempelajari suatu bahasa tentu tidak lepas dari menggunakan kamus, bahasa apa pun itu. Begitu pula bahasa Prancis. Selain Le Petit Robert, kamus bahasa Prancis lainnya yang banyak digunakan orang-orang di seluruh dunia adalah Le Petit Larousse. Maksudnya kamus Prancis-Prancis, ya. Saya sendiri juga pengguna setia kamus Larousse loh ;), serius..!

Larousse sendiri diambil dari nama pencipta kamus tersebut, yaitu Pierre Larousse. Kamus Le Petit Larousse banyak jenisnya dan hampir setiap tahun selalu diperbaharui. Selain Le Petit Larousse yang biasa, juga ada Le Petit Larousse illustré, Grand Dictionnaire universel,
Dictionnaire complet illustré, Nouveau Petit Larousse, Le Petit Larousse grand format, Le Petit Larousse compact
. Bapak yang satu ini memang berkeinginan untuk mengedukasi semua orang di seluruh dunia mengenai segala macam bidang, sesuai semboyannya, “instruire tout le monde et sur toute chose”, yang artinya mendidik semua orang dan tentang semua hal.


Peminat Berbagai Bidang Ilmu


Sejak kecil, Pierre Athanase Larousse atau dikenal dengan nama Pierre Larousse ‘haus’ mempelajari segala macam ilmu. Mengidolakan Diderot, seorang tokoh sastrawan Prancis pada abad ke-19 yang juga seorang pakar ensiklopedis, Larousse sudah mendapatkan beasiswa pada usianya yang baru 16 tahun untuk mengenyam pendidikan di univers
itas di Versailles! Lalu pada usia 20 tahun, Larousse yang lahir pada tahun 1817 itu kembali ke kampung halamannya di Toucy untuk menjadi pengajar sekolah dasar selama 3 tahun. Tidak lama setelah itu, ia mengikuti kuliah gratis di Sorbonne, mempelajari bahasa Latin, Yunani, ilmu linguistik, bahasa Sanskerta, Cina, kesusasteraan Prancis dan asing, sejarah, filsafat, bahkan ilmu mekanik hingga astronomi! Ck..ck..ck.. ! Selama 8 tahun mengikuti kuliah gratis itu Larousse juga belajar di Konservatorium Seni, Museum Sejarah Nasional dan Collège de France. Ia juga sering menghabiskan waktunya belajar di perpustakaan-perpustakaan besar. ‘Tukang’ belajar banget ya...

Selama aktifitasnya mengajar di sebuah sekolah dasar di kampung halamannya, Larousse merasa bosan dengan cara mengajar yang terlalu teknis sehingga ia menciptakan sebuah sistem pengajaran baru yang membangkitkan kreatifitas dan rasa keingintahuan murid-muridnya agar lebih bersemangat belajar dan membuat mereka berpikir kritis. Ia juga memb
uat manual atau pedoman pengajaran untuk anak-anak didiknya yang semakin meningkatkan prestasi karirnya. Oleh karena itu pada tahun 1848 pun Larousse diminta untuk mengajar di sebuah sekolah bergengsi bernama Institution Jauffret.


Mendirikan Librairie Larousse

Bersama Augustin Boyer, Pierre Larousse mendirikan sebuah toko buku ‘La Librairie Larousse et Boyer’ pada tahun 1850, yang berkembang pesat dan meraih sukses dalam waktu singkat. Dua tahun berikutnya ia mengikuti ujian khusus dari negara untuk meraih diploma (disebut brevet) sebagai editor penerbi
tan, dan ia pun berhasil. Larousse mengembangkan usahanya ke arah rumah penerbitan—yang dalam bahasa Prancis disebut maison d’édition—bertempat di rue Saint-André-des-Arts, Paris.

Pierre Larousse mempunyai misi untuk menguasai semua ilmu dalam berbagai bidang, dan menggagas penulisan serta penerbitan seri buku-buku pelajaran untuk sekolah dasar walaupun sempat terhenti pada tahun 1848 akibat Revolusi Prancis yang kedua kalinya. La Lexicologie des écoles primaires pun terbit pada tahun 1849, yang kemudian disusul dengan Grammaire élémentaire lexicologique pada tahun 1852. Lalu, pada tahun 1856, dengan dibantu oleh François Pillon, Larousse menerbitkan ‘kakek moyang’-nya kamus Le Petit Larousse, yaitu le Nouveau Dictionnaire de la langue française. Namun buku kamus buatannya itu ditentang oleh gereja dan masuk dalam daftar buku-buku yang dilarang terbit oleh gereja Roma.


Karya Terbesar Larousse

Di antara semua buku yang pernah diterbitkan Larousse, karyanya yang paling ‘besar’ dan fenomenal adalah kamus ensiklopedia universal yang berjudul Grand
Dictionnaire universel du XIXe siècle. Betapa tidak ‘besar’, karena tebalnya saja mencapai 22700 halaman!, dan ditulis dalam kurun waktu lama untuk jumlah halaman yang sebanyak itu hingga mencapai ajalnya. Ia menerbitkannya terlebih dahulu dalam 17 volume yang terpisah, dan lalu menyusunnya menjadi kamus mulai tahun 1866 hingga 1875.

Pierre Larousse meninggal pada tahun 1875 di Paris. Pada tahun yang sama ia tengah merintis pendirian perkumpulan société Larousse. Semangatnya yang tanpa henti untuk terus menyebarkan ilmu yang diserapnya kepada semua orang tercetus pada semboyan “Je sème à tout vent” yang tertulis di setiap kamus-kamus terbitannya. Kalau kamu amati dengan jeli gambar logo pada kamus Larousse ada seorang wanita yang tengah memetik bunga dengan serbuk sari yang bertebaran di sekelilingnya berupa titik-titik, itulah makna simbolis dari semboyannya itu. Merci à vous, Monsieur Larousse...

Lire la suite!

Kosakata 'Bahasa Gaul' Prancis (Verlan)

Kalau kamu ingin tahu beberapa kata dalam bahasa gaulnya anak-anak muda Prancis, berikut ini ada kata-kata yang bisa kamu pelajari untuk digunakan dalam percakapan sehari-hari. Tenang saja, kata-kata yang saya berikan ini masih tergolong sopan, kok ;). Jadi, kamu belajar bahasa Prancis tidak hanya yang versi baku atau resminya saja, tapi juga versi gaulnya agar kamu lebih mengenal budaya dan kultur mereka.



laisse béton -> laisser tomber -> lupakan

un skeud -> un disque -> CD

zarbi -> bizarre -> aneh

la sicmu -> la musique -> musik

le tromé -> le métro -> kereta bawah tanah

vénéré -> énervé -> tersinggung, marah

une cecla -> une classe -> kelas

le céfran ->le français -> orang Prancis, bahasa Prancis

jourbon -> bonjour -> selamat pagi

un féca -> un café -> kafe

looc -> cool (dari bahasa Inggris) -> keren

un sub -> un bus -> bus

une cinepi -> une piscine -> kolam renang

une zesgon -> une gonzesse -> cewek


* Ingin tahu lebih banyak kosakata verlan dan argot lainnya? Klik di sini: le verlan, l’argot

* French Slang Dictionary (kalau yang ini kosakatanya tergolong lumayan vulgar, jadi kamu harus sangat berhati-hati pada saat menggunakannya) lalu klik kanan ‘save as’ pada gambar no.3

Lire la suite!

avril 19, 2008

Bahasa 'Slang' Prancis

Kalau selama ini kita belajar bahasa Prancis yang 'resmi'-nya, kali ini kita akan mengenal sekaligus mempelajari bahasa 'gaul' Prancis. Seperti bahasa-bahasa lainnya di dunia, bahasa Prancis juga mempunyai versi bahasa gaulnya, loh! Kalau selama ini kamu belajar bahasa Prancis di perkuliahan atau mengikuti kursus bahasa Prancis di tempat les, maka bahasa Prancis yang kamu pelajari adalah jenis bahasa Prancis baku yang kamu temui dalam surat kabar, buku cerita, acara dialog atata di televisi.

Tetapi, kalau kamu pernah mendengar bahasa Prancis yang digunakan di jalanan di Prancis, oleh anak-anak muda Prancis, atau di film-film Prancis dengan setting kehidupan sehari-hari masa kini, atau yang kamu baca di komik, saya yakin kamu pasti heran atau nggak ngerti karena tidak pernah mendengar kata-kata itu di kelas! Sebut saja misalnya, ‘les beurs’ (orang-orang Prancis keturunan Arab), ‘les flics’ (polisi). Bahasa Prancis yang tidak baku seperti inilah yang disebut l’argot atau le verlan. Mungkin kamu bertanya-tanya, apakah bahasa jenis ini hanya sesekali saja digunakan jadi kamu tidak perlu repot-repot mempelajarinya, atau sebaliknya, pentiiing banget?


u siaran beriBon... mau tidak mau, walaupun jenis bahasa argot dan verlan ini tidak baku, tetapi layaknya bahasa-bahasa gaul lainnya di dunia seperti bahasa slang-nya Inggris Amerika atau bahasa Indonesia gaul a la anak Jakarta, bahasa argot dan verlan sudah menjadi bagian dari bahasa sehari-hari masyarakat Prancis. Maka, kalau kamu ingin tinggal atau kuliah di Prancis, otomatis kamu harus bisa dan ‘mengerti’ bahasa penduduknya, apa yang mereka ucapkan di pasar, di jalanan, saat mengobrol dengan kamu di kafe, dan kegiatan-kegiatan sehari-hari lainnya.

Perbedaan argot dan verlan
Tapi memang apa bedanya verlan dengan argot? Keduanya sama-sama merupakan istilah untuk ‘bahasa gaul’, namun menurut kamus Larousse, argot adalah kosakata khusus yang digunakan oleh kalangan tertentu berdasarkan profesi atau kelas sosial. Argot bisa juga berarti bahasa yang digunakan oleh para pelaku tindak kriminal dan pengguna obat-obatan terlarang agar mereka bisa berkomunikasi secara bebas tanpa dipahami oleh orang-orang di luar kelompok mereka. Supaya bisa main rahasia-rahasiaan, begitulah kira-kira . Kalau verlan adalah bahasa argot yang digunakan dengan cara membolak-balik suku katanya. Misalnya, un mec yang merupakan b
ahasa argot (atau bahasa gaul, bahasa tidak baku) untuk kata un ami (teman) menjadi un keum. Contoh lainnya, une bagnole (mobil) yang merupakan bahasa gaul untuk kata une voiture menjadi une gnolba. Hehe, bingung ya?


Jadi begini polanya: kita ambil contoh dari kata l’envers yang artinya terbalik. Sekarang ‘pecahkan’ dulu susunan kata l’envers menjadi beberapa suku kata. (Untuk kata l’envers ini ada dua suku kata yaitu l’en- dan –vers). Lalu, kita ucapkan kedua suku kata ini secara perlahan dan coba balikkan:


l'envers... l'en vers... vers l'en... versl'en... verslen... verlen... verlan

Huruf terakhir yaitu ‘s’ dihilangkan, dan kata baru yang terbentuk memiliki huruf akhir berupa konsonan agar pelafalannya menjadi ‘enak’ didengar. Memang sih, tidak ada aturan baku untuk membuat kata-kata bahasa Prancis gaul seperti ini. Sama juga ‘kan dengan kata-kata gaul bahasa Indonesia, apa kita pernah tahu bagaimana cara membentuknya?

Coba kita polakan lagi contoh kata lainnya, misalnya ‘femme’. Kata ini terdiri dari dua suku kata juga, yaitu fa- dan –meu (perhatikan, maksud saya adalah suku kata saat diucapkan secara perlahan, bukan saat ditulis). Lalu, ucapkan keduanya pelan-pelan sambil dibalik:


Femme... fa meu... meu fa... meufa... meuf


Jadi, bahasa gaul untuk kata ‘femme’ adalah meuf.


Sekarang, kamu s
udah tahu bahasa gaul untuk menyebut ‘les arabes’ atau orang-orang Prancis keturunan Arab adalah beur. Tetapi, kini ia mengalami pembentukan kata baru lagi menjadi rebeu dan reub.

Beur... beu re... re beu.. rebeu .. reub


Argot dan Verlan dalam Konteks Sosial


Yang menarik, bahasa argot yang disebut-sebut sebagai langue djeunz (de djeunz, yang berarti “jeunes” atau anak-anak muda) lebih sering dan intens digunakan oleh orang-orang yang tinggal di kawasan-kawasan pinggiran kota-kota besar di Prancis. Kemunculan bahasa argot pada tahun 1970-an seiring ditandai dengan dibangunnya kawasan atau permukiman-permukiman khusus bagi para imigran yang bekerja sebagai buruh atau karyawan di perusahaan-perusahaan besar di Prancis. Bahasa argot ini terus berkembang dan berevolusi terlebih saat teknologi telepon genggam diperkenalkan sehingga juga menjadi bahasa yang digunakan untuk ber-SMS-an ria.


Selain itu, karena sebagian besar para imigran yang tinggal di Prancis adalah mereka yang datang dari negara-negara Arab, maka dalam penggunaannya bahasa argot banyak mengalami percampuran dengan bahasa Arab. Misalnya saja kalimat berikut:


Misquina, elle fait tièp.


Misquina berasal dari kata ‘misquine’, yaitu kata bahasa Arab yang berarti ‘orang miskin’; sedangkan tièp merupakan kebalikan dari kata ‘pitié’. Jadi, maksud kalimat di atas adalah: La pauvre, elle fait pitié.


Walaupun begitu, bahasa argot juga mengalami banyak percampuran dengan bahasa Inggris yang bagaimana pun pengertiannya terkadang menjadi agak berbeda dengan makna asal kata bahasa Inggris itu sendiri. Misalnya pada kalimat berikut:


Je suis speed, maksudnya: Je suis pressé (saya terburu-buru).

Atau, kamu pernah mendengar kalimat: “On y go” ? Nah, kalau kalimat yang itu maknanya sama saja dengan “On y va”.


Layaknya bahasa Jawa di Indonesia, bahasa gaul Prancis juga mempunyai beberapa level atau tingkatan. Level pertama yaitu bahasa gaul akrab (familier) yang masih tergolong sopan dan bisa digunakan antarteman, keluarga, atau orang-orang yang sepantaran dengan kamu. Namun tetap saja bahasa ini tidak bisa digunakan dalam lingkungan resmi seperti di kantor atau di kampus dengan dosenmu. Misalnya fiston untuk fils (anak laki-laki), moche untuk laid (jelek), bouffe untuk nourriture (makanan). Level kedua disebut les mots grossiers yang digunakan untuk mengolok-olok atau mengumpat seseorang/sesuatu. Misalnya putain atau pute untuk mengatakan ‘sialan’ atau bisa juga ‘perek’, con yang berarti ‘goblok’ atau ‘dungu’. Tentunya kata-kata seperti ini tidak boleh dilontarkan kepada orangtua kamu atau orang-orang yang jauh lebih tua dari kamu. Level ketiga yaitu bahasa verlan yang dikombinasikan dengan bahasa gaulnya kalangan anak-anak muda ‘ghetto’ (Ghetto: kalangan tertentu yang memiliki persamaan latar belakang budaya atau tingkatan sosial). Misalnya, rebeu, keuf, meuf (artinya sudah saya jelaskan di atas). * * *


Lire la suite!

Belajar Bahasa Prancis dengan E-Book

E-Book Français Facile

Kalau kamu ingin belajar bahasa Prancis dalam waktu singkat untuk keperluan perjalanan, berlibur, atau tugas dinas, maka e-book ini bisa dijadikan salah satu pedoman untuk kamu. E-book ini dapat membantumu memahami beberapa percakapan sederhana dan bahkan melakukan percakapan sederhana dengan penutur bahasa Prancis lainnya. Berikut adalah beberapa dari daftar yang akan kamu temukan dalam e-book tersebut:





o Kalimat Percakapan Dasar seperti Apa Kabar?, Nama Saya…, Siapa Nama Anda?, Selamat Tinggal, Terima Kasih, Saya tidak mengerti, dan masih banyak lagi.

o Tabel Pelafalan untuk huruf-huruf vokal, konsonan, dan diftong


o Belajar menyebutkan kata-kata tertentu yang khusus seperti: Warna, Menjelaskan Waktu/Jam, Hari, Bulan, menghitung angka dan nomor.

o Belajar kalimat-k
alimat sederhana untuk bepergian seperti: bagaimana memanggil taksi, bagaimana mengajukan pertanyaan untuk naik bis dan kereta, dan arah jalan.

Harga e-book Français Facile adalah 5 USD apabila kamu membelinya melalui PayPal, atau Rp 45.000,00 dengan transfer antarbank. Bagi kamu yang tidak mempunyai rekening di PayPal, bisa menghubungi saya di: admin@parlezfrancais.net untuk keterangan cara pembayaran.

Penjelasan lebih lanjut tentang e-book ini bisa diklik di sini: French Language Phrases E-Book


E-Book Belajar Bahasa Prancis Komplit

E-book yang terdiri dari 3 sub e-book ini adalah salah satu pedoman untuk kamu yang ingin belajar bahasa Prancis secara menyeluruh dan komprehensif. E-book ini akan membantumu memahami penggunaan tata bahasa untuk menulis, berbicara dan mendengarkan dalam bahasa Prancis. Di dalamnya juga dilengkapi dengan daftar konjugasi verba bahasa Prancis. Di bawah ini adalah beberapa dari daftar penjelasan yang akan kamu temukan dalam e-book tersebut:
* Mengenal cuaca, waktu/jam, hari, bulan
* Kata
tanya
* Negara dan Kebangsaan
* Perbedaan penggunaan “C’est” dan “Il est”
* Kalimat negatif
* Verba Pronomina
* Ajektif atau kata sifat
* Kalimat bersyarat
* Kala kini, lampau dan masa depan
* Bahasa Prancis Kanada
dan lain-lain.
Harga e-book Learn French! adalah 9 USD apabila kamu membelinya melalui PayPal, atau Rp 85.000,00 dengan transfer antarbank. Bagi kamu yang tidak mempunyai rekening di PayPal, bisa menghubungi saya di: admin@parlezfrancais.net untuk keterangan cara pembayaran.

Penjelasan lebih lanjut tentang e-book ini bisa diklik di sini: Learn French

Catatan! Untuk saat ini, penjelasan dalam kedua e-book di atas menggunakan bahasa Inggris.

Lire la suite!

avril 08, 2008

Le Scaphandre et Le Papillon

Kamu mungkin belum pernah mendengar Le Scaphandre et Le Papillon (dalam bahasa Inggris: The Diving Bell and The Butterfly) sering disebut-sebut dalam industri perfilman komersil seperti Hollywood. Tetapi kamu perlu tahu, bahwa film yang diangkat dari kisah nyata seorang penderita stroke ini menyabet penghargaan sutradara terbaik dalam Festival Film Cannes tahun 2007 yang lalu. Inilah salah satu film yang akan diputar pada pekan Festival Sinema Prancis 2008 di Indonesia.

Peran untuk tokoh utama film ini, Jean-Dominique Bauby, yang didiagnosa menderita sindroma ‘locked-in’ karena penyakit stroke, awalnya disodorkan kepada Johnny Depp. Namun karena pada waktu itu ia masih sibuk dengan syuting sekuel ketiga film Pirates of The Carribean, maka aktor Prancis Mathieu Amalric-lah yang menjadi penggantinya. Film berdurasi 114 menit ini disutradarai oleh Julian Schnabel, yang juga pernah membesut film-film bertema serupa—tokoh yang cacat dan menderita tekanan batin karena tidak dimengerti oleh orang-orang di sekitarnya—seperti Basquiat (1997) dan Before Night Falls (2000).

Inti cerita film ini adalah perjuangan seorang mantan editor majalah Elle bernama Bauby dalam melawan penyakit stroke setelah otaknya mengalami pendarahan hebat dan terserang koma selama berbulan-bulan. Bauby hanya bisa bereaksi terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukannya dengan mengedipkan kelopak mata kirinya. Walaupun nyaris tidak ada satu pun organ motoriknya yang berfungsi, Bauby tetap dapat mendengar, menangkap ucapan orang-orang, dan mengingat, karena otaknya sendiri masih bisa berfungsi dengan normal. Selain itu, Bauby memiliki dua hal berharga lainnya yang membuatnya tetap bersemangat untuk hidup: daya imajinasi dan daya ingatnya yang kuat.



Mengapa film ini dinamakan Le Scaphandre et Le Papillon (pakaian selam dan kupu-kupu)? Katanya sih Le Scaphandre atau the Diving Bell menggambarkan keadaan Bauby yang ‘hanya bisa’ terpekur di atas tempat tidurnya dengan bantuan alat pernapasan seperti orang sedang menyelam, dan Le Papillon atau the Butterfly mewakili jiwa, imajinasi dan angan-angannya yang terbang bebas dan lincah bak seekor kupu-kupu walaupun tubuhnya terpasung di dalam kamar rumah sakit angkatan laut di Prancis utara. Selain penokohan yang dipusatkan pada sang tokoh utama sendiri yaitu Bauby yang terbaring kaku di ranjang rumah sakit, Janusz Kaminski, sang sinematografer film ini—sebelumya bekerjasama dengan Steven Spielberg untuk pengambilan gambar film Schindler’s List dan Munich—dengan apiknya menggambarkan gerak-gerik Bauby melalui gerakan kelopak matanya dalam melihat ‘dunia luar’ yaitu sang dokter, keluarga dan teman-teman yang menjenguknya, sehingga seolah-olah kita yang sedang menonton adalah Bauby sendiri. Maka pantaslah film yang diproduksi oleh perusahaan film terkenal asal Prancis, Pathé, ini menyabet penghargaan paling bergengsi dari Festival Film Cannes: Palme d’Or atau Palem Emas, untuk kategori film-film dunia yang diperlombakan.



Selain Cannes, film Le Scaphandre dan Le Papillon yang diangkat dari buku catatan harian berjudul sama ini juga banyak mendapat penghargaan dan nominasi di festival film internasional lainnya, mulai dari Golden Globe untuk kategori film berbahasa asing terbaik; Academy Awards atau piala Oscar untuk nominasi sutradara, sinematografi, dan naskah adaptasi terbaik; Los Angeles Film Critics Association, Boston Society of Film Critics, dan banyak lagi. Padahal, awalnya film ini hendak dibuat dalam bahasa Inggris, namun karena film yang diangkat dari buku karangan Bauby sendiri ditulis dalam bahasa Prancis dengan kosakata yang kaya, maka Schnabel merasa film ini juga harus ditulis dalam bahasa aslinya, yaitu bahasa Prancis.

Jean-Dominique Bauby dirawat selama 14 bulan di rumah sakit Berck Maritime hingga ia mampu menulis dan berbicara kembali, dan menerbitkan catatan hariannya itu pada tahun 1997. Tidak lama setelah tulisannya diluncurkan ke pasaran, Bauby meninggal dunia pada usia 45 tahun.

Lire la suite!

avril 07, 2008

Poème du Bonheur


On s’est persuadé soi-même que
la vie sera meilleure après s’être marié,
après avoir eu un enfant, et ensuite,
après en avoir eu un autre…

Plus tard, on se sent frustré, parce que
nos enfants ne sont pas encore assez grands
et que l’on sera mieux quand ils le seront
On est alors convaincu que l’on sera plus heureux
quand ils auront passé cette étape


On se dit que notre vie sera complète quand les choses iront mieux
pour notre conjoint, quand on possédera une plus belle voiture ou
une plus grande maison, quand on pourra aller en vacances,
quand on sera à la retraite…

La vérité est qu’il n’y a pas de meilleur moment pour être heureux
que le moment présent. Si ce n’est pas maintenant, quand serait-ce ?
La vie sera toujours pleine de défis à atteindre et de projets à terminer.

Il est préférable de l’admettre et de décider d’être heureux
naintenant qu’il est encore temps.
Pendant longtemps, j’ai pensé que ma vie allait enfin commencer
La Vraie Vie ! Mais il y avait toujours un obstacle sur le chemin
Un problème qu’il fallait résoudre en premier, un thème non terminé,
Un temps à passer, une dette à payer.
et alors la vie allait commencer !!!

Jusqu’à ce que je me rende compte que
ces obstacles étaient justement ma vie.
Cette perspective m’a aidé à comprendre
qu’il n’y a pas un chemin qui mène au bonheur.
Le bonheur est le chemin.

Ainsi passe chaque moment que nous avons et plus encore :
Quand on partage ce moment avec quelqu’un de spécial,
suffisamment spécial pour partager notre temps et,
que l’on se rappelle que le temps n’attend pas.

Alors, il faut arrêter d’attendre de terminer ses études,
d’augmenter son salaire, de se marier, d’avoir des enfants,
que ses enfants partent de la maison ou, simplement
le vendredi soir, le dimanche matin, le printemps, l’été,
l’automne ou l’hiver, pour décider qu’il n’y a pas de meilleur moment
que maintenant pour être heureux.


LE BONHEUR EST UN TRAJECTOIRE,
PAS UNE DESTINATION !

Il n’en faut pas beaucoup pour être heureux
il suffit juste d’apprécier chaque petit moment et
de le sacrer comme l’un des meilleurs moments de sa vie.

La source de ce poème est inconnue, il apporte de la chance
A qui le transmet. Ne le garde pas…
Donne-le simplement à tes amis à qui tu souhaites de la chance.

(Foto anak oleh Cyril Delacour)

Lire la suite!

Latihan Percakapan Sederhana (2)

Setelah berlatih tulisan, sekarang akan kita dengarkan bentuk percakapan sederhana dalam bahasa Prancis melalui audio. Yang dimaksud percakapan sederhana adalah seperti, "Salut!", "Je m'appelle....", "Je suis...", dan beberapa kalimat sederhana lainnya.

Di sini kita juga akan sekaligus menyimak pelafalan khas Prancis (terutama aksen Parisien). Terjemahannya dalam bahasa Inggris juga diberikan pada tayangan video di bawah ini. Donc, dengarkan baik-baik ya!


Jangan lupa praktekkan berulang-ulang sampai kamu hafal artinya dan mahir mengucapkannya! Selamat belajar :).

Lire la suite!

Latihan Percakapan Sederhana (1)

Pelajaran bahasa Prancis kali ini adalah latihan percakapan sederhana. Kamu tinggal memilih jawabannya dalam bahasa Prancis dari pilihan-pilihan yang tersedia pada bagian paling bawah soal.

Ayo kita mulai!


Traduisez ces phrases en français selon vos propres mots

1. Selamat pagi ! Apa kabar ?

……………………………………………………………………………………..

2. Selamat datang di Indonesia !

……………………………………………………………………………………..

3. Siapa nama Anda ? Nama saya Olivier.

…………………………………………………………………………………….

4. Apa pekerjaan Anda ?

……………………………………………………………………………………

5. Anda tinggal di mana ?

……………………………………………………………………………………

6. Anda berasal dari negara mana ?

……………………………………………………………………………………

7. Berapa umur Anda ?

…………………………………………………………………………………….

8. Saya suka tinggal di Indonesia

………………………………………………………………………………………

9. Saya sedang belajar bahasa Indonesia

………………………………………………………………………………………

10. Sampai jumpa lagi !

………………………………………………………………………………………..

Comment vous appelez-vous ? Je m’appelle Olivier- Quelle est votre profession?- Comment allez-vous?- Bienvenue en Indonesie !- Où habitez-vous?- De quel pays êtes-vous?- Quel âge avez-vous?- Je suis en train d’apprendre l’indonésien- À bientôt !- Je suis contente de vivre en Indonésie

Lire la suite!