Masih dalam kemeriahan suasana Olimpiade, Prancis ikut meramaikannya dengan meluncurkan film Asterix versi manusia (alias non-kartun) yang bertajuk Astérix aux Jeux Olympiques. Tapi, sayangnya pemutaran film Asterix yang terbaru di Indonesia sudah disulihsuarakan ke dalam bahasa Inggris, jadi agak-agak kurang greget kocaknya. Padahal, film Asterix kali ini dibanjiri bintang-bintang dan tokoh-tokoh beken di Prancis, loh! Selain aktor super kawakan Gérard Depardieu yang rutin memainkan peran Obélix, ada wajah-wajah "baru" (maksudnya yang belum pernah tampil di film-film Asterix sebelumnya), seperti Alain Delon yang berperan sebagai Julius Caesar, Clovis Cornillac, Jean-Pierre Cassel. Ada pula tokoh-tokoh terkenal Prancis yang sering seliweran di media massa Prancis dalam bidang keahlian mereka masing-masing, seperti petenis Amélie Mauresmo, pemain sepak bola Zinedine Zidane, bahkan pembalap "impor" Michael Schumacher!
Untuk membuktikan seberapa kocaknya film Asterix yang terbaru ini, simak saja teaser-nya pada video berikut:
Astérix aux Jeux Olympiques, atau dalam bahasa Indonesia disebut Asterix di Olimpiade, merupakan karya ketiga adaptasi naskah komik Asterix ke dalam film berjudul sama. Tapi, kali ini pemeran tokoh Asterix bukan lagi Christian Clavier, melainkan Clovis Cornillac. Alasannya sih karena Clavier mau peran-peran yang lebih serius (seperti baru-baru ini dia menjadi tokoh Napoléon dalam film serial berjudul sama). Walaupun sudah bertabur bintang, tapi disebut-sebut film Asterix yang satu ini kurang sarat humor dan miskin skenario. Di Prancis sendiri, dari jumlah penonton yang diharapkan sebanyak minimal 10 juta orang, ternyata dalam kurun waktu lima minggu 'hanya' bisa menarik kurang dari 7 juta orang penonton.
Film yang disutradarai Frédéric Forestier ini mengisahkan keinginan seorang pemuda asal desa Galia, Alafolix, agar dapat menikahi Puteri Irina yang juga ditaksir oleh Brutus, putera Julius Caesar yang licik. Untuk itu, Alafolix meminta bantuan Asterix dan Obelix untuk bisa memenangkan kejuaraan Olimpiade supaya Puteri Irina kepincut dan mau menikah dengannya. Yang menjadi masalah adalah, ternyata dalam mengikuti berbagai pertandingan yang digelar selama Olimpiade tersebut, para atlet dilarang berat untuk menggunakan doping alias obat penambah stamina. Ramuan ajaib Panoramix pun dianggap sebagai salah satu obat stimulan. Mau nggak mau, Asterix terpaksa terjun dalam kejuaraan tanpa menenggak jamunya sama sekali.
Film Asterix di Olimpiade diluncurkan di Prancis pada tanggal 30 Januari 2008, dan menghabiskan bujet sebesar 78 juta Euro! Konon, film ini disebut-sebut sebagai film termahal dalam sejarah perfilman Prancis. Sementara itu, untuk pengambilan setting desa Galia dilakukan di dalam hutan Fontainebleau. Untuk peluncuran versi DVD-nya diperkirakan tanggal 22 Agustus 2008, donc... moga-moga saja kita yang di Indonesia juga akan segera dapat menikmati versi bahasa Prancis-nya ya! Di sini saya berikan khusus untuk kamu trailer filmnya dalam bahasa Prancis. Selamat menonton!
* ramuan ajaib: potion magique
août 23, 2008
Astérix aux Jeux Olympiques: Penuh Aktor dan Tokoh Beken
Inscription à :
Publier les commentaires (Atom)




0 comments:
Enregistrer un commentaire