janvier 27, 2008

Kue Crêpe, Kue Asli Prancis

Merayakan Hari Valentine dengan coklat sudah terlalu biasa. Mengapa tidak sekali-kali mencoba resep yang lain, seperti membuat crêpe? Apalagi, dalam kultur Prancis, ada hari khusus Le Jour des Crêpes, atau disebut juga dengan istilah La Chandeleur, yang dirayakan pula pada bulan Februari. Memangnya, seberapa istimewanya kue crêpe ini bagi masyarakat Prancis? Dan ngomong-ngomong, membuat crêpe itu gampang atau tidak ya? Allons-y, kita simak tulisan berikutnya. Sst... ada resepnya juga loh!

Crêpe(dibaca: krep), adalah sejenis kue pancake berbentuk bundar tipis yang dibuat dari bahan dasar tepung terigu atau gandum, telur, susu, mentega, dan garam, serta dimakan dengan campuran isi dari bahan yang manis ataupun asin. Kata crêpe berasal dari bahasa Latin ‘crispa’, yang berarti ‘lingkaran yang digulung’. Kue crêpe sangat terkenal di seluruh Prancis, dan konon asalnya dari daerah Bretagne di barat laut Prancis. Di Bretagne sendiri, crêpe biasanya dihidangkan dengan sirup cidre—sejenis sari buah apel. Ketenaran crêpe menyebar hingga ke Jerman dengan nama Pfannkuchen, Italia dengan istilah crespella, dan Belanda dengan sebutan pannenkoeken (tahu kue panekuk, ‘kan?). Selain itu crêpe juga dikenal luas di Spanyol dengan nama filloas, di Polandia, bahkan Makedonia.

Ada dua jenis crêpe, seperti yang saya sebutkan di atas tadi. Pertama, crêpe manis—disebut crêpe sucrée—dibuat dari tepung terigu dan dibubuhkan bahan-bahan yang manis sebagai topping atau isinya, seperti gula, selai kacang atau coklat, es krim, sirup mapel, taburan potongan buah (pisang, ceri, blueberry, strawberi), dan campuran bahan-bahan manis lainnya. Kedua, crêpe asin—disebut crêpe salée—dibuat dari tepung soda dan dicampur dengan keju, ham, bayam, telur, jamur ku
ping, atau potongan daging lainnya. Crêpe manis biasanya disajikan sebagai makanan pencuci mulut, sedangkan crêpe asin bisa untuk hidangan utama.

Crêpe Simbol Kemakmuran?

Lalu, apa hubungannya crêpe dengan perayaan hari La Chandeleur? Konon, katanya Paus Gélase I yang hidup pada abad kelima Masehi membagi-bagikan kue crêpe ini bagi para peziarah yang tiba di Roma untuk memperingati hari diberkahinya perawan Maria dalam agama Kristen Katholik. La Chandeleur berasal dari kata la fête des chandelles, dan dirayakan setiap bulan Februari pada tanggal yang berbeda-beda sesuai dengan suku yang merayakannya. Misalnya orang-orang Romawi merayakannya pada tanggal 15, sedangkan orang-orang Galia Keltik pada tanggal 1. Tetapi di Prancis, la Chandeleur dirayakan setiap tanggal 2 Februari.

Mengapa disebut la fête des chandelles? Katanya sih, pada tanggal tersebut, seorang ibu harus mempersembahkan anak laki-lakinya yang baru berumur 40 hari di hadapan Tuhannya di dalam gereja, lalu lilin-lilin dinyalakan untuk menjauhkan mereka dari malapetaka seraya mengingat Yesus sebagai penerang dunia. Setelah upacara itu, lilin-lilin tersebut dibawa pulang ke rumah untuk melindungi dan menjaga rumah mereka dari marabahaya. Dan pada tanggal itulah musim dingin berakhir, berganti dengan musim semi di mana orang-orang mulai bercocok tanam kembali, sehingga dibuatlah crêpe dari tepung gandum sebagai lambang kemakmuran untuk musim-musim berikutnya. Konon, apabila seseorang dapat menangkap crêpe yang baru dimasak lalu dilemparkan dari wajan penggorengan ke udara dengan tangan kirinya, sambil memegang sekeping emas di tangan kanannya, dipercaya ia akan menjadi kaya-raya sepanjang tahun. Ah bon... c’est intéressant, non!


Berikut ini adalah beberapa peribahasa dalam bahasa Prancis yang berhubungan dengan crêpe dan perayaan La Chandeleur:
À la Chandeleur, le jour croît de deux heures.
À la Chandeleur, grande neige et froideur.
À la Chandeleur, le froid fait douleur.
À la Chandeleur, au grand jour, les grandes douleurs.
À la Chandeleur, Quéré fait des crêpes jusqu'à pas d'heure.
Si la louve se met au soleil, le 2 février : six semaines d'hiver derrière.
Rosée à la Chandeleur, l'hiver a sa dernière heure.

(foto-foto: wikipedia.org)

1 comments:

Anonyme a dit…

Ada pertanyaan nih. Bukankah orang Romawi Kuno yang menciptakan crepes? les Romains avaient deja l'habitude de manger des crepes pendant les fetes de la fecondite, qui avaient lieu au debut de Fevrier.

Hanya dengan mendengarkan kata crepe, sebenarnya langsung keluar air liur. Tapi attention, au point de vue dietetique ils ne sont pas recommande pour les regimes amaigrissants. Une seule crepe apporte de 100 à 120 calories..