décembre 26, 2007

Le Blue-Jean


Masih tentang mode, kali ini kita akan membicarakan asal-muasal celana jins yang sekarang telah menjadi pakaian keseharian orang-orang di seluruh dunia. Kamu tahu, celana jins pertama kali ‘ditemukan’ di California pada tahun 1848, tatkala semua orang sedang ‘demam’ emas. Celana ini awalnya muncul dari ide seorang pengusaha tambang yang membutuhkan celana kerja yang tidak mudah rusak kena air.


Lalu, seorang pemuda asal Bavaria, Jerman, bernama Oscar Levi-Strauss membuatkan celana panjang dari bahan terpal yang ia beli di Nîmes. Pada tahun 1873, Levi-Strauss bekerja sama dengan seorang penjahit asal Nevada, Jacob Davis, menyempurnakan pembuatan celana itu.

Baru pada awal tahun 1920-an, celana ini mulai dikenal dengan n
ama blue-jean: blue adalah warna biru dari kain yang disebut denim—denim dari kata de Nîmes, artinya berasal dari kota Nîmes—yang sejak saat itu berganti warna dari kuning kecoklatan menjadi biru; dan jean berasal dari kata Gênes, yaitu sebutan dalam bahasa Prancis untuk kota Genoa, kota pelabuhan terkenal di Italia. Blue-jean hasil buatan Levi-Strauss hampir serupa dengan celana yang dipakai oleh para nelayan dari Genoa pada abad ke-16.

Dalam perkembangannya, blue-jean makin digemari. Celana jins yang pada awalnya hanya dipakai oleh para pekerja seperti koboi, buruh dan penebang pohon di Amerika, lama-kelamaan berubah menjadi pakaian santai yang dikenakan oleh banyak kalangan. Celana jins makin booming setelah Perang Dunia II, ketika anak muda di seluruh dunia menjadikannya sebagai lambang gaya hidup baru yang bebas dan antikemapanan.

(sumber: buletin Bonjour edisi Februari 2005, ditulis oleh Yoan)
(foto-foto: Wikipedia)