Selamat Natal! (Joyeux Noël)
Natal sudah semakin dekat. Kalian mungkin bertanya-tanya, perayaan Natal di Prancis sama tidak ya dengan Natal di Indonesia? Apa orang-orang memakai baju baru untuk pergi ke gereja? Apa mereka juga mengenal istilah 'mistletoe'? Nah, untuk memuaskan rasa ingin tahu sekalian, berikut simak penuturan Aurélie Heuschling, seorang warga Prancis yang dulu pernah menjadi pengajar bahasa Prancis di kampus UI.
Salut les amis!
Sebelumnya saya ucapkan selamat Natal buat teman-teman yang ada di Indonesia. Saya akan menceritakan pada kalian mengenai perayaan Natal di Prancis. Simak baik-baik ya...
Orang-orang Prancis mempunyai kebiasaan merayakan pesta Natal di rumah bersama dengan keluarga besar, yaitu dengan kakek-nenek, tante dan om, saudara sepupu, dan yang lainnya. Kami justru jarang bepergian untuk melakukan kegiatan wisata, seperti bermain ski, misalnya.
Pada hari Natal, tentunya ada tradisi tukar-menukar kado. Tapi, hal ini tidak dilakukan oleh orang-orang yang beragama Kristen saja. Mereka yang atheis maupun beragama lainnya juga ikut saling bertukar kado. Hal ini disebabkan makna dari Natal itu sendiri, yaitu kelahiran Yesus, semakin pudar, dan berganti menjadi sesuatu yang keduniawian (istilahnya dalam bahasa Prancis disebut païenne). Sama halnya dengan makna pohon Natal (le sapin), Santa Klaus (le père Noël), dan acara makan malam di hari Natal (le reveillon).
Di beberapa pertokoan di Paris seperti le Printemps atau Galérie Lafayette terdapat banyak sekali iklan khusus untuk perayaan Natal yang dipasang sejak pertengahan bulan November. Di toko-toko itu juga dipasang berbagai hiasan dan menawarkan banyak kado. Lalu, memasuki bulan Desember, jalanan di
kota-kota mulai dihiasi rangkaian bunga dan daun-daun tiruan, atau pohon Natal yang dialiri listrik agar tampak gemerlap.
Meskipun Natal dirayakan dengan meriah, mulai jarang orang-orang Prancis yang pergi ke misa, walaupun masih ada pelaksanaan misa di tengah malam (la messe de nuit). Biasanya, misa hari Paskah justru lebih banyak pengunjungnya, terutama bagi mereka yang masih mempraktikkan ajaran agama Kristen.
Di Prancis juga ada yang namanya 'mistletoe'. Kami menyebutnya le gui. Tapi, tradisi ini malah dilakukan menjelang malam Tahun Baru. Menurut kepercayaan kami, le gui akan membawa keberuntungan bagi orang yang lewat di bawahnya.
Saya sendiri menganggap Natal sebagai suatu pesta bagi anak-anak, dan juga saat bagi keluarga besar untuk berkumpul dalam sebuah acara makan malam. Kami tidak harus mengenakan baju baru pada malam Natal, cukup pakaian terbaik dan sopan.
Oke, saya rasa cukup ya penjelasannya. Selamat berlibur dan selamat Natal bagi yang merayakannya!
À bientôt!
(dari buletin IKABSIS "Bonjour " edisi November 2004)




0 comments:
Enregistrer un commentaire